Fiksi

Kamu itu Siapa?

Aku melihatnya sedang berjalan dengan headset menempel di telinganya. Ia terlihat nyaman sekali menggunakannya. Pasti ia sedang mendengarkan  lagu yang ia suka, pikirku. Aku melihatnya berjalan dengan membawa sebuah benda. Terlihat seperti buku. Namun, aku juga tidak tahu itu apa. Lagi-lagi aku melihatnya berjalan. Masih di jalan yang sama. Sebuah kantung besar berwarna hitam menggantungi… Continue reading Kamu itu Siapa?

Fiksi

Sepasang Mata

Rupanya rintikan hujan telah berhenti menari. Irama pengiringnya telah pergi, mungkin. Yang kutahu, satu kesempatan emas telah berlalu, sekedar hanya untuk mendoakanmu. Aku segera bergegas meninggalkan kamar bercorak bunga-bunga merah jambu itu, menuju tempat dimana kemampuan berpianoku diadu. Kerudung soft purple kukenakan hingga menutupi dada dan pundak sangat cocok dengan gaun tertutup yang tidak ketat berwarna ungu… Continue reading Sepasang Mata

Non Fiksi

Menengok Masa Lalu

Tahun ajaran 2008/2009 Boyolali sedang disemarakkan oleh kelahiran dua SMP bertaraf internasional atau lebih tepatnya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), yaitu SMPN 1 Boyolali dan SMPN 2 Boyolali. Namun, SMPN 1 Boyolali lebih tua setahun untuk gelar RSBI-nya sehingga kebanyakan siswa SD lebih tertarik untuk mendaftar di SMP tersebut meskipun syarat masuknya cukup ketat. Terlebih,… Continue reading Menengok Masa Lalu

Uncategorized

Kehadiran Seseorang

Setiap scene hidup kita, pastilah tak jauh-jauh dari sentuhan tangan orang lain. Mampukah kita hidup seorang diri? Kurasa tidak. Coba kita lihat, sebulir nasi yang kita makan. Apakah kita menanam padinya sendiri? Apakah kita menuainya sendiri? Kurasa juga tidak. Kita membutuhkan petani untuk menanam dan segala prosesnya untuk menjadi beras yang dapat dikonsumsi. Kita saat… Continue reading Kehadiran Seseorang

Fiksi

Orang lain itu… kamu.

Rintikan hujan menemani langkahku malam ini. Kau tahu? Beberapa tahun yang lalu jejak kakiku berjalan; sendirian. Berteduhkan payung; sendirian. Menapaki jalan yang sama; sendirian. Pun pepohonan masih gagah menyaksikan diri ini melangkahkan kaki; sendirian. Hanya cahaya lampu yang bersedia menemani malamku kala itu yang juga; sendirian. Namun, berbeda untuk malam ini. Ada jejak kaki orang… Continue reading Orang lain itu… kamu.