Non Fiksi

Menengok Masa Lalu

PhotoGrid_1421844227990

Tahun ajaran 2008/2009

Boyolali sedang disemarakkan oleh kelahiran dua SMP bertaraf internasional atau lebih tepatnya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), yaitu SMPN 1 Boyolali dan SMPN 2 Boyolali. Namun, SMPN 1 Boyolali lebih tua setahun untuk gelar RSBI-nya sehingga kebanyakan siswa SD lebih tertarik untuk mendaftar di SMP tersebut meskipun syarat masuknya cukup ketat. Terlebih, SMPN 1 Boyolali adalah SMP favorit di kotaku. Alhasil, saat itu SMPN 2 Boyolali kalah laris ketimbang SMP yang satunya. Ayahku tak ketinggalan menyuruhku untuk ikut mendaftar di SMPN 1 Boyolali. Karena saat itu aku masih berseragamkan putih-merah, aku tak mempunyai daya upaya untuk menolak kemauan orang tuaku meskipun aku sadar bahwa ada salah satu nilai mata pelajaran yang tak memenuhi syarat masuk SMP tersebut. Aku masih ingat betul mata pelajaran apa. Matematika. Ya, matematika. Hanya kurang 0,2ย  (kalau tidak salah :D) untuk memenuhi syarat nilai minimal 7,0. Mengetahui fakta tersebut, ayahku meminta guru SD-ku untuk menambah nilai matematikaku tadi. Hmm… aku tahu ayahku melakukan itu demi aku. Aku pun lagi-lagi manut*.

Berkas-berkas syarat masuk SMPN 1 Boyolali sudah di tangan. Selangkah lagi kakiku akan menapaki ruang pendaftaran.

Di dalam ruang pendaftaran.

Aku sudah hampir selesai mengisi borang yang harus dikumpulkan kepada ibu guru petugas registrasi. Tanganku berhenti pada bagian kolom nilai. Kulanjutkan untuk mengisi kolom nilai dengan nilai hasil gubahan guruku kemarin. Tanganku terhenti. Seketika aku ragu melanjutkan kembali. Aku berdiri lalu berjalan menghampiri ibu petugas registrasi.

“Bu, maaf saya mau tanya. Apakah nilai semua mata pelajaran harus minimal 7,0? Meskipun kurang 0,2 juga tidak boleh?” Tanyaku untuk meyakinkan diri sendiri (lagi).

“Iya, Dik. Di bawah 7,0 tidak memenuhi syarat.” Kata ibu petugas registrasi.

Aku mundur. Memandangi kertas borang tadi.

Aku tidak jadi mendaftar di sini.

Keesokan harinya adalah hari terakhir SMPN 2 Boyolali membuka pendaftaran murid baru. Bersama ayahku, aku mendatangi SMP tersebut. Aku bersyukur sekali karena nilai matematikaku yang di bawah 7,0 masih memenuhi syarat masuk di SMP 2. Selain itu, aku juga sangat bersyukur ayahku menerima keputusanku untuk tidak jadi mendaftar di SMP 1.

Segala rangkaian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN 2 Boyolali kuikuti dengan baik. Hingga pada akhirnya, namaku, Farah Nadia Karima, masuk dalam daftar murid yang diterima. Alhamdulillah. ๐Ÿ™‚

Ternyata sesuai janji Allah, kejujuran akan selalu berbuah manis. Semenjak itu, sedikit demi sedikit hidupku mulai berubah.

***

Meskipun sudah terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, kisah di atas masih sangat membekas di dalam ingatan. Kisah yang takkan pernah aku lupakan seumur hidup. Kenapa? Karena saat ini aku menyadari bahwa takdir Allah yang menuntunku ke SMP 2 membawa berkah yang luar biasa. Aku tidak tahu apa jadinya jika aku berhasil lolos di SMP 1.

***

Melalui SMP 2, Allah mempertemukanku dengan salah satu guru yang kuanggap luar biasa (tanpa mengurangi rasa hormat kepada guru yang lain). Guru yang sudah seperti ayah keduaku. Guru yang selalu kucari jika aku pulang ke kota ini. Beliau adalah guru matematikaku selama 3 tahun. Kusnan Kusuma nama Beliau. Pak Kusnan. Nama yang akan selalu terpatri di dalam ingatan. Saat bertemu Beliau, terkadang kami bernostalgia. Bercanda gurau mengingat sosok Farah dahulu yang sangat membenci matematika menjadi suka matematika dan malah berdampak ke bidang yang lain juga. Aneh kan? Begini ceritanya.

Di suatu sore, di garasi rumah. Sosok guruku tercinta sedang menerangkan mata pelajaran matematika (yang kubenci saat itu).

Nduk, kok catetane amburadul koyo ngene. Garapan karo orek-orekan dadi siji. Piye meh isoh matematika? Piye meh seneng matematika? Sesuk meneh sing rapi.”*ย  Kata Pak Kusnan sambil menunjuk-nunjuk buku catatan matematikaku.

Aku pun hanya meringis,”Hehehe. Iya, Pak.”

Tak disangka. Sungguh, tak disangka. Keesokan harinya aku langsung mempraktikkan apa yang Pak Kusnan katakan. Catatan matematikaku langsung rapi! Serius. Rapi. Sayang, aku tidak mendokumentasikannya kala itu :(. Ternyata atas izin Allah, semenjak kejadian itu, segala catatan di mata pelajaran apapun menjadi rapi. Termasuk pola pikir. Pola pikir yang kemudian menjadi mudah menerima ilmu yang masuk. Persis seperti yang dikatakan Pak Kusnan. “Keteraturan/kerapian juga akan berdampak ke pola pikir yang rapi.”

MasyaAllah. Manfaat itu aku rasakan hingga aku menuliskan cerita ini. Hingga nanti.

***

SMPN 2 Boyolali juga ternyata mempertemukanku dengan seorang teman laki-laki. Tak usah kusebut namanya :P. Allah menghadirkan ia untuk membuatku mengenal-Nya. DIA yang sebelumnya belum benar-benar kukenal. Ya, jujur saja. Aku berpacaran dengannya saat itu. Hubungan yang saat itu aku tidak tahu bahwa Allah tidak menyukainya. Wajar, aku belum benar-benar mengenal-Nya kala itu. Dibalik ke-negatifan-nya, aku justru mengambil banyak sekali hikmah dan pelajaran. Terlalu panjang jika aku harus menceritakannya secara detail. Secara singkat, lelaki itu mengajarkan apa itu agama islam, siapa itu Habiburrahman El Shirazy (yang dulu aku malah lebih mengenal Kahlil Gibran ketimbang Beliau), bagaimana cara berpakaian yang benar menurut islam, bagaimana berkerudung yang sesuai syariat, dan masih banyak lagi. Kau tahu? Membaca yang kini menjadi hobiku juga karena dia. Dulu? Boro-boro suka baca, punya buku bacaan saja tidak. Karena suka membaca itulah aku juga menjadi suka menulis tanpa kusadari.

Semakin lama aku semakin menyadari. Cinta yang belum halal itu sangat amat tidak dianjurkan dalam islam. Hingga pada awal SMA, kami mengakhiri hubungan. Dengan pelajaran-pelajaran yang kuperoleh dari dia dahulu, tak kuhilangkan hingga saat ini. Malahan semakin aku kukembangkan. Semakin menguat. Caraku berhijab, kusempurnakan. Ilmu agamaku, kuperdalam. Hobi membacaku, tak pernah hilang.

***

Kehadiran seseorang di masa lalu selalu membuat arti tersendiri bagiku. Inilah yang membuat masa SMP-ku menjadi sarat akan makna. Membuat aku selalu jatuh cinta dengan SMPN 2 Boyolali.

Mengutip salah satu akun instagram @kartun.muslimah,

Past is a place to visit, not to stay.

Ya, masa lalu adalah tempat untuk dikunjungi, bukan untuk ditinggali. Masa lalu dikunjungi untuk dijumput hikmah-hikmah yang bertebaran :).

Kata Bang Ali Sastra,

Kalau tidak ada masa lalu, tidak ada kita hari ini. ๐Ÿ™‚

Setuju sekali :).

Catatan kaki:

*manut = mengikuti perintah

*Nduk, kok catetane amburadul koyo ngene. Garapan karo orek-orekan dadi siji. Piye meh isoh matematika? Piye meh seneng matematika? Sesuk meneh sing rapi. = Catatannya kok berantakan seperti ini. Pekerjaan dan coret-coretan jadi satu. Bagaimana mau bisa matematika? Bagaimana mau suka matematika? Besok lagi yang rapi.

***

SURAT CINTA

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽูƒููˆู†ููˆุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ

โ€œHai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.โ€ (QS. At Taubah: 119).

Dalam ayat lainnya, Allah Taโ€™ala berfirman,

ููŽู„ูŽูˆู’ ุตูŽุฏูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ูู…ู’

โ€œTetapi jikalau mereka berlaku jujur pada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.โ€ (QS. Muhammad: 21)

Dalam hadits dari sahabat โ€˜Abdullah bin Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta. ย Ibnu Masโ€™ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูŠูŽุตู’ุฏูู‚ู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููƒู’ุชูŽุจูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูุฏู‘ููŠู‚ู‹ุง ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููุฌููˆุฑู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ููุฌููˆุฑูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูŠูŽูƒู’ุฐูุจู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููƒู’ุชูŽุจูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุฐู‘ูŽุงุจู‹ุง

โ€œHendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.โ€[1]

Begitu pula dalam hadits dari Al Hasan bin โ€˜Ali, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฏูŽุนู’ ู…ูŽุง ูŠูŽุฑููŠุจููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูŽุฑููŠุจููƒูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูุฏู’ู‚ูŽ ุทูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ุฑููŠุจูŽุฉูŒ

โ€œTinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.โ€

(Sumber: http://rumaysho.com/akhlaq/berlakulah-jujur-1263)

***

Semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚

Boyolali, 21 Januari 2015

Pukul 22:22

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s