Fiksi

Kamu itu Siapa?

IMG-20150127-WA0022

Aku melihatnya sedang berjalan dengan headset menempel di telinganya. Ia terlihat nyaman sekali menggunakannya. Pasti ia sedang mendengarkan  lagu yang ia suka, pikirku.

Aku melihatnya berjalan dengan membawa sebuah benda. Terlihat seperti buku. Namun, aku juga tidak tahu itu apa.

Lagi-lagi aku melihatnya berjalan. Masih di jalan yang sama. Sebuah kantung besar berwarna hitam menggantungi tangannya. Itu apa ya? Terlalu sulit bagiku menerka-nerka wujud di dalamnya dari kejauhan.

Setiap matahari tepat di atas kepala, aku selalu mengamatinya dari kejauhan. Menelusuri sosok yang begitu dicintai oleh hampir seluruh teman-temannya.

Kamu itu siapa? Aku sama sekali tak mengenalmu. Namamu saja aku tidak tahu. Aku hanya sering melihatmu dikerubungi oleh teman-temanmu. Mereka terlihat sangat bahagia ketika berada di dekatmu. Apakah kau mempunyai magnet yang menempel pada tubuhmu? Ah, ada-ada saja pikiranku ini. Aku hanya iri melihatmu mempunyai banyak teman, sedangkan aku tidak. Aku tahu, perasaan iri tidak diajarkan oleh agamaku. Agamaku melarangnya. Namun, iriku ini adalah iri terhadap kebaikan orang lain. Kuharap begitu.

Sebenarnya apa yang membuatmu begitu istimewa?

Hari ini aku takkan membiarkan mataku puas hanya dengan melihatnya.

“Hai!” Sapaku sembari menyamakan langkah kaki.

“Eh halo, Nada!” Balasnya dengan senyuman yang tulus sekali. Rupanya dia tahu namaku. Sungguh, memalukan.

“Boleh aku menemanimu berjalan?”

“Tentu saja.”

Meskipun ia sedang berbincang denganku, telinganya masih enggan melepaskan headset merah marun itu. Namun, sejauh ini, benda itu sama sekali tak mengganggu.

“Boleh aku ikut mendengarkan lagu yang sedang kau putar?”

Ia hanya membalas permintaanku dengan senyum yang manis. Saat headset itu menempel di telingaku, aku tersentak. Terdengar ayat suci Al-Qur`an dilafalkan dengan sangat indah. Aku menghembuskan nafas.

“Bolehkah aku meminjam buku yang sedang kau pegang?”

“Dengan senang hati!”

Aku tersentak, lagi. Ini bukan buku. Ini Al-Qur`an. Rasanya ada ratusan tangan yang menampar pipiku saat itu juga.

“Nada, ini sudah sampai. Yuk, masuk! Aku senang sekali kau mau menemaniku.”

Aku hanya mengangguk kecil. Masih tertampar dengan kenyataan tadi.

“Kak Zahraaa… Kak Zahraaa… Kak Zahra dateeeeng!”

Oh, namamu Zahra.

Banyak anak-anak kecil berhamburan keluar rumah, berlomba-lomba memelukmu. Ini tempat apa? Batinku. Aku mendongakkan kepala sedikit. Terlihat papan kayu bertuliskan “Rumah Singgah Pelangi”. Tak lama, Zahra mengeluarkan isi dari kantung plastik hitam yang sedari tadi dibawanya. Diberikannya barang-barang itu ke anak-anak tadi. Buku cerita anak-anak. Hatiku terenyuh. Susah payah aku menahan air mata supaya tidak jatuh.

“Mungkin bagi kebanyakan orang, apa yang aku lakukan ini akan membuang waktu. Namun, tidak bagiku, Nada. Aku justru merasa membuang waktu jika hidup yang sementara ini, tak kugunakan untuk membahagiakan orang lain.”

Ia berkata mengalir tanpa kupinta. Kini, semua pertanyaanku telah terjawab. Aku sudah tahu…kamu itu siapa.

Boyolali, 27 Januari 2015

10:11 pm

Salam #OWOPERS!

Advertisements

4 thoughts on “Kamu itu Siapa?

  1. Subhanallah Kak Farah, bener-bener membuat terenyuh, Lanjutkan menulis Kakak.. Ditunggu cerita menarik lainnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s