Uncategorized

Kesyukuran

Picture from OWOP Group
Picture from OWOP Group

Belajar dari sebuah gambar

***

“Bahagia kau kata? Lihat. Kau selalu mengkhawatirkan apa yang kau punya. Segalanya memang ada, namun ia tak membuat setitikpun rasa kesyukuran membuncah di dalam dada.

Lalu buat apa? Hidup dipenuhi gelimang harta? Tapi mengingat Yang Memberi pun tak kuasa? Hati pun gelisah tak ada ujungnya?

Coba kau lirik ia yang ada di sana. Hidup apa adanya. Iya. Namun, kau lihat kan? Ia selalu bahagia dengan apa yang ia punya. Tak sedikit pun ia berani mencela pemberian-Nya. Itulah sebab, bahagia selalu menyelimuti hatinya.

Apa kau pikir ia menyerah dalam usaha? Tidak. Ia hanya berserah setelah mengeluarkan segenap daya upaya. Tawakal. Begitulah Ia katakan kepadaku. Lagi-lagi, itu sebab dia bahagia.”

“Aku ingat sesuatu. Pemilik Alam Semesta telah berjanji kepadaku, kepadamu, kepadanya, dan kepada semua manusia bahwa Dia akan memberi nikmat lebih jika kita pandai bersyukur, bukan? Pun sebaliknya. Benar begitu?”

“Benar. Kau sudah tahu kan jawaban atas kegelisahanmu?”

“Karena kaya sejatinya tidak dinilai dari harta, melainkan kaya adalah hati yang lapang dalam menerima.”

Akhirnya, kau sudahi seduhan kopimu itu. Ia telah dingin, laiknya hatimu yang mulai mendingin.

Yogyakarta, 16 Februari 2015

09:55 pm

Advertisements

2 thoughts on “Kesyukuran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s