Uncategorized

Izinkan Aku Membersamaimu

Waktu semakin tak bisa diraih, seiring diri yang semakin menua.

Diri melangkah menjajal ini itu di ranah perantauan, yang selalu menyisakan rindu di ujung kegelisahan. Air mata hanya mampu melegakan, tetapi tidak untuk mengobati. Ketika bayang pun tak sanggup merengkuhmu, hanya doa yang mampu terapal dari hati yang paling dalam.

Kau semakin tumbuh dan tumbuh. Dari dulu yang ia bertubuh mungil, menjadi gagah hingga menyalip tinggi badanku. Padahal, menginjak ranah putih-biru pun belum. Baru tahun ini. Semangat ujian ya? 🙂

Kita sama-sama bertumbuh. Aku dengan duniaku, kau pun dengan duniamu. Meski berbeda, sejatinya dunia kita tetap sama. Ia bernama keluarga. Harta paling berharga. Kau pun merasa begitu, kan?

Hei, aku takut.

Aku takut jika ada sesuatu yang luput darimu. Sesuatu yang tidak aku ketahui. Sesuatu yang dapat membahayakan dirimu dan agamamu. Yang aku merasa memiliki tanggungan atas itu, meski sejatinya aku tidak perlu merisaukan ini. Ya karena kau-lah satu-satunya adikku. Adik laki-lakiku tepatnya. Seseorang yang kelak akan menjadi imam (maaf ya, mikirnya kejauhan hehe). Maka sembari aku pun turut berbenah diri, aku ingin membersamaimu menjadi lelaki yang hebat kelak. Membersamai di setiap perubahanmu. Menjadi sahabat sejatimu yang dengan berada di dekatku, kau mau menceritakan segala keluh kesahmu. Aku siap menjadi pendengar sejatimu. Apa kau mau?

Maafkan aku yang belum bisa menjadi sebaik-baik kakak untukmu. Waktuku pun kini tersita banyak sekali hanya untuk sekedar mengantarkanmu berangkat les atau menjemputmu pulang sekolah. Kesempatan lebar itu dulu sempat kusia-siakan sehingga kini pun aku harus membayar itu semua, supaya kelak tak ada penyesalan ketika kau telah benar-benar mampu tumbuh sendiri.

Mungkin lucu, aku menulis ini sekarang yang mungkin jika kau membaca ini, kau justru akan mengerutkan kening. Suatu saat, bacalah tulisan ini, maka kau akan mengerti.

Mungkin bibir ini belum pernah benar-benar mengucap, tetapi melalui tulisan ini hatiku benar-benar berbicara.

Aku menyayangimu, maka izinkan aku membersamaimu, Anas.

Perjalanan menuju Yogyakarta

Kamis, 16 April 2015

11:34 am

Advertisements

2 thoughts on “Izinkan Aku Membersamaimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s