Non Fiksi · Uncategorized

Sepotong Kue Brownies

Meremehkan kebaikan kecil? Manusiawi kah?

Manusia telah diberi akal dan hati untuk berfikir. Diberikannya akal dan hati oleh Allah membuat manusia lebih spesial daripada makhluk yang lain.

Baru saja, seorang perempuan berkemeja coklat menyodorkan tempat makan berwarna merah marun,“Mbak, ini kuenya ambil aja.” Kuambil sepotong kue brownies coklat,“Makasih, Mbak.” Meski hanya sepotong kue –untuk aku yang belum sarapan sedari pagi-, tetapi ini sama sekali bukan masalah. Hatiku terenyuh. Aku tak mengenalnya. Sama sekali. Kami juga belum pernah bertemu sebelumnya. Label nama “Utami Sanityasa” melekat pada laptop perempuan itu. Oh, sepertinya itu namanya…

Kebaikan ini terkesan sepele. Akan tetapi, tidak untukku. Kebaikan kecil yang perempuan itu lakukan telah mengingatkanku kembali bahwa tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula (QS. 55:60). Sekali lagi, tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula. Kami tidak saling mengenal, tetapi perempuan itu merelakan sepotong kue brownies coklatnya dimakan oleh orang yang sama sekali tidak dikenalnya.

Semoga sepotong kue brownies coklat yang perempuan berikan kepadaku, menjadi jalan untuk kebaikan-kebaikan lain yang Allah berikan untuk perempuan itu.

Sudah sepantasnya, ketika orang lain melakukan kebaikan untuk kita, kita juga harus melakukan kebaikan kepada orang lain. Siapa pun itu.

Hal jazaa-ul ihsaan illal ihsaan…

Terima kasih Mbak untuk sepotong kue brownies-nya. 🙂

20150917010005
Itu di pojok kanan ^^

Yogyakarta, 17 September 2015

Pukul 14:52 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s