Fiksi

Pencarian

leaf_by_heretyczkaa-d5ha5zk

Gadis itu berjalan, perlahan, tampak dari peringainya bahwa tak ada gairah sedikit pun ia untuk hidup. Tatapannya kosong. Kerudung dan pakaiannya tampak lusuh.

Seseorang mengamatinya dari kejauhan, berusaha menerka-nerka, ada apa gerangan dengan gadis itu? Ia memang selalu ingin tahu hal-hal tak biasa yang sedang dilihatnya. Terlebih, seseorang yang sedang dia lihat adalah saudari seimannya. Rasanya ia ingin berlari dan menginterogasinya. Namun, kakinya sengaja ia tahan.

Gadis dengan kemeja warna hijau pupus tadi nampak kelelahan hingga akhirnya ia memilih duduk di halte bus, menyandarkan kepalanya ke tembok, memejamkan mata, dan berharap segala gundah gulananya segera pergi. Tiba-tiba, ia merasakan kehadiran seseorang hadir di sampingnya. Ia memulas wajahnya dengan senyum yang meneduhkan. Hingga tanpa gadis itu sadari, ia turut menyabitkan bibirnya.

“Assalamu’alaykum. Alesha.” Sapa perempuan berkerudung biru langit yang duduk di samping gadis itu sembari mengulurkan tangannya.

“Wa’alaykumussalam. Asyifa.”

“Hidup itu terkadang memang membingungkan. Karena hidup adalah sebuah pencarian untuk kembali.”

Asyifa mengeryitkan dahi, tak mengerti apa yang sedang dibicarakan gadis di sebelahnya.

“Percuma jika kaki terus berjalan, dengan gagah melangkah, namun tatapan kosong, jiwa tak bernyawa, seakan hidup itu hanya mengikuti arus sungai saja.”

Asyifa menelan ludah. Ia masih belum cukup mengerti.

“Pencarian jati diri… mencari ketenangan jiwa yang sesungguhnya.”

Ketenangan jiwa yang sesungguhnya… Asyifa tersadarkan sesuatu.

“Ketika pencarian yang terlalu jauh tak juga menenangkan jiwa, maka ada satu pertanyaan…”

Kali ini Asyifa tak sanggup lagi diam,”Pertanyaannya apa, Mbak?”

Alesha menoleh dan tersenyum lembut sekali…

“Seberapa dekat hubungan kita dengan Tuhan Sang Maha Pencipta, Allah SWT?”

Asyifa terhenyak. Seakan terbangun dari tidur panjangnya. Ia tersadar akan sebuah paham yang selama ini dia pegang.

“Setiap masalah yang hadir, setiap ketidakteraturan yang ada, hanya tentang… seberapa dekat kau dengan Tuhanmu.” Asyifa bergumam sendiri dengan mata yang berkaca-kaca.

“Mbak… terim…”

Gadis di sebelahnya sudah pergi entah kemana. Jarak pandang Asyifa sudah tak mampu menjangkaunya. Siapapun dia, pasti sengaja Engkau kirimkan untukku. Pencarianku, langkahku, sudah terlalu jauh…

Maka aku harus kembali.

 

Yogyakarta, 25 November 2015

Ditemani sisa-sisa rintik hujan

Pukul 23:25 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s