Uncategorized

Tak Sesederhana Itu

Siang tadi, aku memutuskan untuk menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah Toko Jam di Jalan Kaliurang. Sudah sekian minggu jam tangan tak dapat berfungsi dengan semestinya karena baterainya habis. Tanpa basa-basi, aku langsung menuju bagian reparasi jam di sudut ruangan.

“Mas, mau ganti baterai. Lama nggak ya, Mas?”

“Oh iya, Mbak. Itu baru dibongkar.”

Lalu aku memutuskan untuk menunggu beberapa saat. Tidak lama kemudian, jam tanganku sudah selesai diperbaiki dan siap kupakai lagi.

“Mas, bayarnya langsung ke kasir?”

“Iya, Mbak.”

“Kasirnya di mana ya, Mas?”

“Di sana, Mbak.” Balas mas-mas yang memperbaiki jam tanganku tadi sembari menudingkan jari telunjuk ke arah wanita berbaju merah.

Setelah mengucapkan terima kasih, aku berbegas menuju kasir.

“Dua puluh ribu, Mbak.”

Aku membuka tas dan mencari dompetku. Aku buka sana, buka sini, belum kutemukan juga wujud dompet berwarna pink. Duh… pasti ketinggalan. Aku merogoh segala kantong jaket, rok, dan tas untuk mengumpulkan sisa-sisa uang yang ada. Terkumpul-lah uang sejumlah tujuh belas ribu rupiah. Aku khawatir jika aku tak mampu membayar lunas batu baterai jamku. Duh… aku berusaha kembali mencari sisa-sisa uang, tetapi ternyata mentok segitu saja total uangku yang ada. Dengan sangat terpaksa…

“Mbak, maaf dompet saya ketinggalan. Ini saya ada uang Rp17000, kurang Rp3000. Setelah ini saya akan ke sini lagi kok, Mbak..” Ucapku takut.

Unpredictable…

“Nggakpapa, Mbak. Segini aja nggakapapa.”

“Nggak, Mbak. Nanti saya kesini lagi aja nggakpapa.”

“Kalo gitu nanti Mbak bayar parkirnya gimana? Udah, bayar segini aja nggakpapa, Mbak.” Balas Mbak Kasir sembari menyodorkan dua buah koin uang lima ratusan untuk membayar parkir.

Aku tertegun dalam hati. Kalau sudah begini, aku tak dapat mengelak lagi. Bagaimana bisa wanita tersebut begitu peduli hingga memikirkan bagaimana caraku membayar parkir…

“Terima kasih, Mbak..” kuucap terima kasih hingga berkali-kali.

MasyaAllah… Masih banyak sekali orang baik, pun terhadap orang yang tidak dikenalinya. Aku tahu, hal ini adalah sangat sederhana. Namun, kebaikan tak bisa dipandang sesederhana itu.

Ingat, kebaikan yang terlihat sederhana tak bisa dipandang sesederhana itu.

Hal jazaa-ul ihsaan illal ihsaan…

Selamat menebar kebaikan!

 

 

Boyolali, 5 Desember 2015

Pukul 20:25 WIB

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s