Non Fiksi

Mencandai Hati

heart-islam-live-your-soul-quran-favim-com-442383_large
Gambar diambil dari https://binatehawwa.wordpress.com/tag/quran/

Kayu dapat terbakar karena ada yang menyulut.

Hati tak bisa dibercandai sebercanda itu, Kawan. Sejatinya, hati itu bening, noda-nodalah yang membuatnya menjadi gelap gulita. Jadi, jangan membuat hati semakin gelap dengan candaan-candaan tak bermanfaat itu.

Hati perempuan itu lembut, peka, dan perasa. Ia mudah sekali memberikan reaksi jika diberi aksi. Kecuali bagi mereka yang hatinya telah kokoh bak benteng pertahanan, segala aksi tak mempan baginya. Siapa yang mampu bertahan, ia akan menang.

Banyak sekali candaan dilemparkan laki-laki ke perempuan perihal HATI. Ada sebuah contoh percakapan perihal mencandai hati:

“Terima kasih kak untuk semua info-infonya.” kata Si Perempuan.

“Halah kakak mah belum ngasih apa-apa buat kamu, nanti ada waktunya.” Balas Si Laki-laki diikuti dengan tawaan kecil.

Balasan si laki-laki tersebut memiliki banyak sekali arti. But we must remember that what we said is not always be the same meaning in others mind. Bisa jadi si perempuan yang GR dan salah mengartikan atau si laki-laki yang membuat keambiguan dalam berbicara. HATI-HATI, candaan semacam itu-lah yang membuat hati perempuan dapat menjadi melambung tinggi, berimajinasi, dan… bahagia. Tunggu, ini BAHAYA apabila tidak ada ketegasan di antara candaan-candaan itu. Mirisnya, fakta ini banyak terjadi di kehidupan nyata maupun maya. Ketika mencandai hati sudah menjadi kebiasaan diri. Ya, awalnya memang ber-cover-kan canda, namun siapa yang dapat menjamin ke depannya akan seperti apa?

Untuk para lelaki. Bertanggungjawablah atas yang kau ucapkan. Kau harus tau, mencandai hati tak sebercanda itu, vroh! Kecuali, candaan ini dilontarkan setelah akad nikah telah dilaksanakan (he he).

Untuk kita para perempuan. Kau tau sendiri hati kita seperti apa. Berwaspadalah dengan setiap apa yang laki-laki ucapkan. Belajarlah untuk tegas! Minimal untuk hati kita sendiri. Jangan pernah mau hati kita dijadikan bahan candaan.

Begitu pun sebaliknya. Sungguh, hati-hati.

Menjaga hati itu memang sulit, tetapi bisa diupayakan. Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita dalam kecintaan hanya kepada-Nya. Aaamiin.

Wallaahu a’lam bish-shawab.

Boyolali, 27 Januari 2016

Pukul 06.38

Advertisements

8 thoughts on “Mencandai Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s