Uncategorized

Sticky Note Cinta

Dengan menyebut nama-Mu ya Allah.

11378855_968221269878888_470884282_n

“Semangat! Selalu. By: Anas.” Tulisnya di secarik sticky note berwarna kuning, tiga tahun lalu di meja belajar kamarku tercinta.

Rasa haru menyelimuti hatiku kala itu. Tiga tahun yang lalu, adikku masih duduk di bangku kelas 4 SD.Tidak ada seorang pun yag menyuruhnya menuliskan kata semangat seperti itu. Mungkin ia hanya melihatku duduk di depan meja belajar, mengerjakan ini itu (karena memang keesokan harinya UAS kelas 2 SMA kalau tidak salah). Ia menuliskannya tanpa sepengetahuanku. Memang terlihat sederhana ungkapan pemberian semangat di secarik kertas seperti itu, tetapi tidak bagiku. Adikku memang tipe orang yang cuek dengan hal seperti itu. So… tumben-tumben amat nih anak.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Kini aku sudah duduk di bangku semester 4 perkuliahan. Alhamdulillah Allah perkenankan diri sampai di titik ini. Tak ada secarik sticky note berwarna kuning lagi di meja belajarku saat ini. Ya, meski Yogyakarta-Boyolali dekat, sama saja aku tak bisa bersamanya setiap waktu. Meskipun begitu, aku bahagia karena jarak telah menumbuhkan rasa cinta yang sesungguhnya. Jarak telah memangkas jarakku dengannya, the only my little brother…

Satu hal yang menjadi salah satu alasanku untuk selalu ingin pulang adalah satu kalimat yang mengalir polos darinya saat aku di rumah; “Kak, nek libur ki mbok ya ora lungo-lungo. Neng omah wae.*” (Kak, kalau libur itu ya jangan pergi-pergi. Di rumah saja.) Sebelum aku merantau, adikku tidak pernah sekalipun mengucapkan kata-kata ‘romatis’ itu. Bagiku sih romantis…

Aku merasa sedih jika adikku sudah berkata seperti itu. Sedih karena mungkin kini aku menjelma menjadi seorang kakak yang sok-sokan sibuk. Sedih tidak bisa memberikan banyak waktu untuknya. Itulah sebab aku mau mendedikasikan diri sebagai ‘ojek gratis’ untuknya saat aku di rumah. Kapan lagi bisa begitu jika sehari-hari diri menghabiskan waktu di Kota Sebelah?

Semoga dirimu selalu mendoakan dan menyemangati kakakmu ini meski diri tak bisa sesering dulu bersama-sama denganmu.

Semangat sekolahnya! Yang rajin, jangan nakal-nakal, ojo lali shalate… (Jangan lupa shalat)

Doakke kakakmu yo le*. Sesuk kakak ujian… :) (Doain ya, besok kakak ujian)

Ketika nanti atau pun suatu saat nanti ketika kau sudah tumbuh dewasa dan membuka postingan blog ini, kau akan sadar betapa kakak sangat dan selalu menyayangimu…

 

Yogyakarta, 31 Maret 2016

Pukul 07.35

Di sela Ujian Tengah Semester

le* : singkatan dari bahasa jawa thole yaitu sapaan untuk adik laki-laki

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s