Uncategorized

Singgah, Lalu Pergi

Dengan menyebut nama-Mu ya Allah.

wpid-danbo-danboard-5-jpg
Seringkali, seseorang yang datang dalam kehidupan kita, memberi bekas tinta berwarna-warni… atau mungkin hanya tinta hitam. Berbagai cerita, berbagai makna. Penuh sukacita maupun duka. Ada bahagia, pun ada luka. Apapun itu, percayalah bahwa Dia mempunyai sesuatu yang berharga untukmu. 🙂

Seseorang yang hadir dalam kehidupan kita, terkadang ingin merajut cerita yang indah bersama kita meski tak jarang hanya menorehkan luka belaka. Tunggu sebentar… benarkah itu luka? Atau hanya perasaan kecewa dari sisa-sisa harap yang tak terpenuhi saja?

Tak ada satupun orang yang datang ke dalam kehidupan kita, singgah, lalu tinggal selamanya. Tidak akan ada. Hanyalah amal shalih yang menjadi kawan sejati baik di dunia maupun di akhirat nanti. Orang-orang itu hanya ingin bersinggah, kemudian pergi. Ada yang memberi arti, namun tak sedikit yang pergi tanpa permisi.

Ada yang memberi arti, namun kita tak peduli. Ada yang pergi tanpa permisi, namun kita bisa memahami arti. Semua itu tergantung pada kelihaian hati dalam meresapi setiap episode cerita dari kehadiran seseorang. Semua itu tergantung pada kelihaian hati dalam menangkap hikmah yang berserakan.

Padamu ya Allah, aku berterima kasih, atas kesempatan yang Engkau berikan untuk seseorang di masa lalu yang pernah singgah di kehidupanku. Dia yang singgah, lalu pergi. Memberi arti untuk bagaimana mengenal-Mu lebih dekat lagi. Mungkin dia tidak memberi, tetapi aku mencoba menyelami hikmah yang Engkau titipkan melalui dirinya. Melalui mereka yang telah singgah di masa lalu. Tak henti-hentinya haru dan syukur menyeruak dalam kalbu setiap meresapi skenario-Mu di masa lalu. Sungguh ya Allah; Segala puji bagi-Mu, Tuhan semesta alam.

Setiap kehadiran seseorang di dalam hidup kita, yakinlah bahwa ada hikmah yang dapat kita petik darinya. Meski dengan luka dan airmata, Allah sedang menitipkan harta karun-Nya melaluinya. Jika belum dipahami sekarang, mungkin besok, lusa, minggu depan, bulan depan, atau beberapa tahun lagi. Jangan menyerah dalam menggali hikmah.

Ikhlaskan mereka datang, barangkali mereka adalah cara-cara Allah dalam merubah hidup menjadi lebih baik. Ikhlaskan mereka yang singgah lalu pergi, barangkali ada kebaikan-kebaikan lain yang menati. 🙂

Untuk kita yang akan menyinggahi kehidupan orang lain, pergilah dengan meninggalkan arti yang sangat berharga bagi kehidupannya. Selamat dan semangat memberi arti!

Boyolali, 22 Juni 2016

Pukul 22:55

Advertisements

One thought on “Singgah, Lalu Pergi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s