Non Fiksi

PULANG KAMPUNG

KAMPUNG KAUTSAR

DSC_0168 Kamu pasti tau ini terletak dimana 🙂

“Perjalanan kita, ujungnya kelak adalah sebuah pengadilan. Maka mereka yang cerdas dalam langkah-langkahnya akan mempersedikit beban dan memperbanyak bekal, serta mengurangi para penggugat dan menambah pembela hingga berlipat.” -Salim A. Fillah-

Ikhwah fillah, kita semua adalah musafir. Seperti pesan Nabi pada sahabat Ibnu Umar ra -juga kepada kita semua- “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau musafir..” (HR. Bukhari). Selayaknya seorang musafir, ada masanya untuk kembali. Kembali ke rumah. Pulang kampung.

Inilah 3 makna pulang kampung yang ingin saya bagi, meresapi juga memaknai kembali kebersamaan dan berhimpunnya kita dalam keluarga Kampung Kautsar ini.

1. Pulang kampung ke kampung halaman.
Betapa Rasul dan para sahabat mencintai Makkah. Maka hijrah ke Madinah menjadi embrio rindu yang menggebu pada kampung halaman mereka: Makkah. Inilah latar belakang – _wallahu a’lam_- dipalingkannya arah kiblat yang semula menghadap ke Al Aqsha, menjadi ke arah Ka’bah di Makkah…

View original post 248 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s