Non Fiksi

Menelaah Hikmah “Rudy Habibie”

Dengan menyebut nama-Mu ya Allah..

IMG-20160708-WA0009.jpg
Originally captured by me

Tidak terasa sudah 3 Syawal 1437 H. Itu artinya hari ini adalah hari ke-tiga lebaran. Aroma Idul Fitri 1437 H masih sangat terasa.

Besok adalah hari kepulangan sepupu ke Jakarta. Waktu terasa sangat singkat karena hari kerja akan segera datang. Sengaja, aku beserta kakak, adik, dan dua sepupuku dari Jakarta menonton film yang sedang ramai di kancah perfilman Indonesia; yaitu “Rudy Habibie”. Sebuah film yang terinspirasi dari kehidupan Presdien ke-3 NKRI; Bacharuddin Jusuf Habibie. Sesosok eyang yang sangat inspiratif bagi kawula muda zaman sekarang.

Tulisan ini bukanlah sebuah review, bukanlah sebuah komentar, ataupun sebuah penilaian. Tulisan ini murni tertuang dari hati yang paling dalam mengenai pelajaran yang dapat aku ambil saat dan setelah menonton film yang dikemas sangat apik ini. Aku tidak ingin pulang dengan tangan kosong, dalam artian tidak mendapat manfaat sedikitpun. Ternyata ketika kita mau berpikir, pembelajaran dan hikmah-hikmah itu terpampang di depan mata. MasyaAllah… dan menfaat yang aku peroleh itu aku tidak ingin membuangnya sia-sia. Aku ingin mengikatnya erat-erat melalui tulisan ini. Benarlah perkataan ini,

“Ikatlah ilmu dengan tulisan.”

Supaya enak dibaca, aku akan menjabarkannya dalam poin-poin 🙂

  1. Peran orang tua

Film ini sangat kental dengan peran orang tua untuk kesuksesan seseorang. Terutama ayah Beliau. Betapa ayah Beliau sangat mendukung cita-cita anaknya, mengajarkan Beliau mengenai kehidupan dan arti kebermanfaatan diri untuk orang lain. Untuk Indonesia. Berulang kali saat Eyang Habibie mengalami rasa putus asa Beliau selalu teringat perkataan ayahnya,

“Jadilah mata air… jika kamu baik maka sekelilingmu akan baik. Jika kamu kotor maka sekelilingmu akan rusak.”

Begitupun Sang Ibu yang selalu menguatkan dan memberikan kepercayaan diri Eyang Habibie.

Hingga aku pun berpikir… memang benar. Selain di balik suami yang hebat ada istri yang hebat, di balik anak yang hebat pun terdapat orang tua yang hebat. Itulah sebabnya kita yang merasa masih muda harus belajar banyaaaaaak sekali ilmu dunia dan ilmu akhirat sejak sekarang. Iya sejak sekarang. Supaya kelak ketika kita mempunyai anak, mengalirlah ilmu-ilmu baik yang sudah kita dapatkan, hingga berpengaruh pula pada pola pikir sang anak. Yuk belajar!

2. Belajar kerja keras, rajin, dan giat

Jelas sudah Eyang Habibie sangat cerdas. Karena sedari kecil pegangan Beliau adalah buku dan belajar. Ketika semua orang meremehkan Beliau, Beliau diam dan membuktikan kecerdasannya melalui karya-karya hebat Beliau. yap, kerja keras takkan mengkhianati hasil, tentu atas izin-Nya. Hmm… ini self-reminder banget. Gimana belajarmu, Far?

3. Berharap hanya kepada-Nya

Adegan yang sangat aku sukai adalah saat Eyang Habibie muda merasakan keputus-asaan, ketidak-berdayaan, ketidak-mampuan, kegagalan, ataupun ketidaktenangan, selalu Beliau limpahkan dalam doa dan sujud. Betapa doa adalah senjata paling ampuh dibandingkan apapun. Dan memang hanya Dia sebaik-baik penolong.

“Ihfadzillaha yahfadzka, ihfadzillaha tajidhu tujaahaka, idzaa sa’alta fas’alillaha, wa idzas ta’anta fasta’in billahi.”

Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu, jagalah Allah niscaya engkau mendapatiNya di depanmu, ketika engkau memohon maka memohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan maka memintalah pertolongan kepada Allah.

[HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahîh.]

4. Yang singgah, yang memberi arti

Sudah baca tulisan “Singgah, Lalu Pergi”? Nanti bisa mampir ke https://farahnadiak.wordpress.com/2016/06/22/singgah-lalu-pergi/ hehe. Karena sangat berkaitan dengan poin ini. Sebelumnya aku pernah menulis tentang poin ini di link tersebut, jadi ketika aku menonton benar-benar aku sangkutkan dengan tulisanku. MasyaAllah… setiap pertemuan selalu ada arti, bagi yang memahami. Persis kedatangan Ilona dalam kehidupan Eyang Habibie saat muda sebagai kekasih. Ilona adalah salah satu jalan yang Allah berikan dalam sejarah kesuksesan Eyang Habibie saat ini. Eyang Habibie berhasil mencuri ilmu, berhasil memahami arti kedatangan Ilona dalam kehidupan Beliau, meski pada akhirnya mereka berpisah, tetapi makna dan arti pertemuannya abadi hingga kini. So, yuk maknai setiap arti pertemuan! Semoga kita dapat memberikan arti terbaik dalam setiap persinggahan. 🙂

Sekian. Semoga bermanfaat! ^^

 

Boyolali

Jumat, 8 Juli 2016

Pukul 22:08 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s