Uncategorized

Harta, Tahta, Cinta

“Menulislah meski hanya satu kata, meski hanya satu kalimat atau satu paragraf. Tetaplah menulis apapun kondisinya dan bawalah kebaikan di dalamnya.”

tumblr_nr0c66z1oj1qapk2qo1_400

Bulan sabit kecil terlukis jelas di wajahnya setiap kali ia mencoba menyusuri kembali skenario kehidupannya. Tak mudah baginya untuk tetap bertahan di ‘jalan’ yang ia tempuh sekarang. Ia teringat beberapa tahun yang lalu, ketika ia harus bergelut dengan diri sendiri untuk mempertahankan prinsip yang hingga kini ia pegang. Meski akhirnya terjatuh juga, namun ia bangkit kembali. Sayangnya, ia jatuh lagi, berkali-kali. Hingga tiba titik balik kehidupan, Allah teguhkan hatinya meski harus disertai dengan derai air mata yang tak kunjung usai dan hati yang terus terlukai. Namun, ia tetap bertahan dalam luka dan bersabar dalam proses. Ia ingin melihat skenario yang telah Allah buat untuknya. Semuanya berlalu dengan penuh arti. Semuanya terlewati dengan penuh makna. Meski harus merangkak dan tertatih, tetapi kini ia mengerti dan paham kepada siapa seharusnya ia bersandar, kepada siapa ia harus mencurahkan segenap cinta, jiwa, dan raganya. Ya, the only one God, Allah.

Allah menempa seseorang dengan cara-Nya. Allah menempa seseorang melalui harta, tahta, atau cinta. 3 hal duniawi yang sangat menggiurkan bagi hati-hati tanpa Allah. Pun setiap orang menghadapi tempaan tersebut dengan caranya masing-masing dalam kadar waktunya masing-masing.

Harta. Kekayaan materi yang melimpah.

Tahta. Jabatan yang menjanjikan.

Cinta. Kekasih tak halal yang tinggal pilih.

Bagaimana 3 hal tersebut dihadapi tanpa menghadirkan Allah di dalam lubuk hatinya yang paling dalam? Kekayaan materi yang melimpah tak lagi digunakan untuk kebaikan di jalan Allah. Jabatan yang menjanjikan tak lagi digunakan untuk memimpin hal-hal baik yang Allah suka atau terus menerus haus akan jabatan demi pujian-pujian dari lautan manusia. Kekasih tak halal yang tak lagi malu diumbar kesana-kemari, berbangga dengan hawa nafsu yang berkedok cinta.

Aku bukan manusia sempurna yang sudah lulus tempaan harta, tahta, atau cinta. Ketiga hal tersebut, sadar atau tidak, akan terus mengejar-ngejar kita hingga hembusan nafas terakhir. Semoga aku, kamu, dia, mereka, selalu menyambut harta, tahta, dan atau cinta dengan iman yang kokoh dan menggelora di dalam dada dan mengakar kuat di dalam hati, hingga lagi-lagi semuanya akan bermuara kepada satu nama; Allah SWT.

Allaah ghayatuna, Allah tujuan kita… 🙂

 

Yogyakarta, 6 Desember 2016

Pukul 21.52 WIB

di Rumah Cahaya Asma Amanina

 

Selamat dan semangat lillah belajar untuk ujian akhir semester Fisiologi Hewan dan ‘Ulumul Qur’an besok. 🙂

Advertisements

One thought on “Harta, Tahta, Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s