Non Fiksi

Tak Ingin Tergesa

tumblr_nwtuusq7m71qdyn3io1_500
Sumber: google.com

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Sebuah ayat Al-Qur’an yang sangat populer di kalangan khalayak muslim. Sebuah ayat penggugah saat iman mulai meragukan takdir.
.
Seringkali aku merasa… Allah menangguhkan apa-apa yang menjadi cita-citaku, yang menjadi impianku. Menangguhkan dalam lingkup bahwa aku yakin bahwa Allah mempunyai 3 pilihan hak untuk mengabulkan doa secara langsung dengan bentuk yang sama, menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, atau menundanya hingga datang waktu yang tepat. Yap! Bukan tepat waktu, but di waktu yang tepat. Tepat menurut-Nya. 🙂
.
Aku hanya tak ingin tergesa dalam menjumput hikmah di setiap takdir yang diberikan-Nya, karena hikmah tak selalu hadir di awal waktu. Aku hanya tak ingin menjadi generasi kecewa di awal langkah, karena bisa jadi aku baru akan paham maksud Allah di kemudian hari. Aku hanya ingin prasangka baik atas segala takdir-Nya menjadi akhlak, yang kemudian menjadi prinsip dalam hidup. Proses itu tak mudah… proses itu membutuhkan kesabaran yang panjang, yang tak memiliki batas kecuali kematian. Proses itu membutuhkan kesabaran yang panjang, yang terbaik.Tak jarang langkahku harus berbeda dengan langkah orang-orang sekitar, yang membuatku belajar lebih dalam lagi untuk meluaskan ruang hati… Namun, kau tahu? Betapa indahnya proses itu… Proses memaknai kehidupan yang seringkali tak selaras dengan keinginan hati.
.
Aku hanya tak ingin tergesa, karena aku ingin melihat pesan dan hikmah apa yang Allah sisipkan di setiap takdir yang diberikan-Nya, yang pada akhirnya selalu membuatku jatuh cinta lagi, lagi, dan lagi atas skenario-Nya. Aku tak tahu jika aku memilih jalan untuk tergesa, menuruti kata nafsu, menuruti kata hati syaithan, terburu-buru untuk tidak merenungi apa-apa yang terjadi, karena aku tidak tahu mana yang lebih baik bagiku.
.
Lebih baik tak usah tergesa, karena kemudian kita akan terkagum-kagum dengan cara Allah menyatukan benang-benang kisah di dalam kehidupan kita, yang pada akhirnya akan menjadi rajutan kisah yang utuh dan indah karena penuh dengan pemaknaan terbaik.
.
Takkan ada kecewa dan sedih jika kita selalu berpaham bahwa setiap takdir yang Allah beri selalu ada hikmah terbaik yang dapat kita petik sebanyak-banyaknya, yang akan menumbuhkan kesyukuran dalam hati hingga berujung kecintaan yang lebih kepada-Nya…
.
.
“If you feel lost, disappointed, hesitant, or weak, return to yourself, to who you are, here and now and when you get there, you will discover yourself, like a lotus flower in full bloom, even in a muddy pond, beautiful and strong.”
Masaru Emoto, Secret Life of Water
.
.
.
Yogyakarta, 21 Februari 2017
Pukul 22.40
Farah Nadia Karima
Di Rumah Cahaya Asma Amanina
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s