Non Fiksi

Keputusan yang Tepat

lari copy
Sumber: http://www.designdakwah.com/2015/04/berlarilah-kembali-pada-allah.html

“Your decision in the past will create who you are in the future…” – Farah Nadia Karima

Lima tahun yang lalu. Aku membuat keputusan berani itu. Berani melawan hati dan melangkah berbalik arah. Keputusan yang ternyata membawa takdir Allah yang lain, yang JAUH lebih indah dari apa yang aku sangka. InsyaAllah…

Terkadang kita hanya perlu BERANI mengambil sebuah keputusan yang notabene hati sulit sekali melakukannya. Terkadang kita hanya perlu MENCOBA mengambil sebuah keputusan yang kita tahu bahwa keputusan itu akan menghadirkan luka dan air mata. Setelah itu kita hanya cukup -lebih dari sekedar cukup- MENIKMATI luka dan air mata itu sembari mempercayakan sisanya sepenuhnya kepada Allah.

Menuju Allah memang tak mudah, karena syaithan akan senantiasa menggoda hati kita untuk melakukan apa-apa yang Allah tak suka. Namun, ketika kita MENCOBA dan BERANI melawannya, maka syaithan itu akan KALAH.

Dan keputusan yang paling tepat adalah meninggalkan apa-apa yang dibenci Allah kepada apa-apa yang Allah suka dan yang Allah cinta. Berlari menuju Allah. Al Firar ila Allah…

Maka berlarilah kalian menuju Allah” (QS. Adz Dzariyat : 50)

Jika tak mampu berlari, tak usah khawatir, rasa sayang Allah terlalu besar untuk kita hamba yang apalah ini…

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً »

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675)*

Selamat dan semangat menjemput kasih sayang Allah wahai diriku dan sahabatku 🙂

————————————————————————————————————————————–
Yogyakarta, 4 Mei 2017
Pukul 12.43
Di Ash-shuffah,
sekre akhawat JMMB UGM
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s