Non Fiksi

Separuh Agama

Dulu aku begitu mengagungkan ini. Menyempurnakan yang separuh seperti gampangnya. Bermain-main membuat janji ini itu dan merancang ini itu bersama yang tidak jelas kepastiannya. Hingga tiba masanya, Allah bukakan mata dan hati pada sebuah titik kesadaran bahwa menyempurnakan yang separuh itu bukanlah sebuah permainan semata. Melainkan separuh jalan menuju ketaqwaan yang hakiki. Betapa pertanggungjawabannya hingga… Continue reading Separuh Agama

Non Fiksi

Menjadi Angin

“Angin itu indah ya.” Ujar Zayna tiba-tiba. “Kenapa, Na? Tiba-tiba ngomong nggak jelas gitu.” Afiqah mengerutkan keningnya heran. Masih dengan pandangan lurus ke depan Zayna melanjutkan perkataannya tadi,”Angin itu tidak kasat mata, tetapi manfaatnya ada dimana-mana.” Kali ini Afiqah diam. “Kita sama sekali tidak bisa melihat angin, tetapi setiap detik kita merasakan kehadirannya. Membantu mengeringkan… Continue reading Menjadi Angin

Non Fiksi

Rezeki untuk yang Terjaga

Pagi tadi adalah pertama kalinya setelah dua tahun lamanya pulang kampung menggunakan kereta api (yap, setelah kecelakaan Februari lalu dilarang mengendarai motor). Akan tetapi, untuk sampai ke Boyolali aku harus naik bus umum terlebih dahulu setelah turun dari kereta di Solo. Jarak stasiun dengan tempat pemberhentian bus cukup jauh sehingga aku memutuskan untuk naik becak.… Continue reading Rezeki untuk yang Terjaga

Non Fiksi

Hati Sebening Air

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ٨:٥٦ “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. [Al Qashash/28… Continue reading Hati Sebening Air

Non Fiksi

Kebaikan untuk Kebaikan

Sabtu, 24 Februari 2017 Matahari siang itu begitu terik, namun tak menyurutkan niatku untuk melajukan sepeda motor dari Yogyakarta menuju kampung halaman tercinta, Boyolali. Hari itu aku menyengajakan untuk pulang karena keesokan harinya ada sebuah event besar yang aku menjadi panitia di dalamnya dan siang-sore hari itu diadakan rapat persiapan. Aku pulang setelah menyelesaikan urusan… Continue reading Kebaikan untuk Kebaikan

Non Fiksi

Tak Perlu Disamakan

“Farah nggak KKN?” “KKN-lah. Tapi bukan sekarang. Hehe.” “Desember ya?” “Kayaknya enggak, tahun depan.” “Desember aja, Faaar.” Aku membalasnya dengan uluman senyum sederhana. Entah sudah yang ke berapa pertanyaan yang sama itu dimunculkan oleh adik tingkat, teman sendiri, dan kakak tingkat. Iya, aku memang melawan arus. Saat ini seluruh angkatan 2014 sedang ramai KKN di… Continue reading Tak Perlu Disamakan

Non Fiksi

Hati Seluas Samudera

Betapa indah jika setiap hati manusia memiliki hati seluas samudera…karena di dalam hati dan pikirannya tidak lain hanyalah dipenuhi dengan prasangka-prasangka baik kepada Tuhannya, ia ridha bahwa Allah adalah Tuhannya, dan juga ia mengasihi manusia-manusia lainnya dengan menyuburkan prasangka baik kepada mereka. Hati seluas samudera merupakan nama lain dari sebuah kelapangan hati atas penerimaan segala… Continue reading Hati Seluas Samudera