Non Fiksi

Menyesal (?)

if-only

Aku mencarinya berhari-hari. Bukan karena isinya, melainkan ada data penting di sana.

Adalah Buku Awe-inspiring Me karya Mbak Dewi Nur Aisyah.

***

“Wah pas itu lagi nggak bawa buku lain. Kok ya nggak aku catat di HP. Seandainya aku catat di HP kan datanya gak hilang. Huft.”

Sebuah kalimat sesal itu terlontar di bibirku siang tadi. Yap, aku kehilangan sebuah data penelitian yang aku catat di halaman akhir Buku Awe-inspiring Me. Saat itu memang hanya buku itu yang aku bawa -karena aku sedang membaca buku itu- sehingga data penilitian aku catat disitu dengan perasaan super yakin kalau bukunya akan terus ada di tasku.

Saat aku membutuhkannya untuk membuat laporan, ternyata bukunya tidak ada. Entah aku lupa menaruh atau memang terjatuh. Semua tempat singgah sudah aku telusuri, nyatanya memang tidak ada.

“Mbak… jangan bilang seandainya. Membuka celah syaithan.”

Adik tingkat satu proyek segera menegurku.

“Oh iya. Astaghfirullah…”

Begini nih nikmatnya berteman dengan orang shalih, khilaf sedikit diingetin.

Ternyata, perkataan ‘seandainya’ memang baiknya tidak sembarangan diucapkan, guys…

***

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلا تَعْجِزَنَّ , وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلا تَقُلْ : لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا لَكَانَ كَذَا وَ كَذَا , وَلَكِنْ قُلْ : قَدَرُ اللهِ وَ مَا شَاءَ فَعَلَ , فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”. (HR. Muslim no. 2664)

Seandainya adalah sebuah ungkapan ketidaksukaan atas takdir yang Allah berikan yang berujung pada penolakan takdir. Ini bahaya loh… Kenapa bahaya? Karena penyesalan atas takdir yang Allah berikan dapat menghancurkan iman dan tauhid kita. Bisa-bisa kita tidak ridha Allah sebagai Rabb kita. Kita tidak rela Allah atur-atur kita. Padahal hal termengerikan adalah ketika Allah sudah tidak mau mengatur hidup kita. Ketika Allah membuang rasa peduli-Nya kepada kita. Takdir dari Allah selalu menyimpan hikmah tersendiri meski sering kali, mata dan hati kita sangat terbatas untuk memaknai hikmah tersebut dengan sebaik-baiknya. Yang pasti, ketika kita yakin bahwa Allah-lah The Best Planner of Life maka takkan pernah ada sesal ketika takdir yang kita hadapi tidak sesuai dengan kehendak hati. 🙂

Allah ta’ala berfirman,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِي الأَرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ # لِكَيْلَا تَأْسَوْهَا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَا ءَا تَكُمْ وَاللهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَا لٍ فَخُوْرٍ #

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami mewujudkannya, sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira dengan apa yang Dia berikan untukmu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Al-Hadiid: 22-23)

Tapi… Allah memang sayang banget sama hamba-Nya. Jika perkataan ‘seandainya’ terdapat cita-cita dan harapan untuk kebaikan atau menginginkan mendapat petunjuk, ataupun juga karena menginginkan mendapat suatu ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya, maka kata ‘seandainya’ dalam hal ini adalah sesuatu yang terpuji dan diperbolehkan.

MaasyaAllah. Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang mensyukuri takdir yang Allah kehendaki untuk kita. Don’t forget… sering kali apa yang baik menurut kita, bukan yang terbaik menurut-Nya. Keep husnudzon as always! 🙂

Referensi:
– Pengalaman pribadi
Yogyakarta, 11 Juli 2017
Pukul 11:47 WIB
Rumah Cahaya Asma Amanina
#30DWCJilid7 #Day6
Advertisements

One thought on “Menyesal (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s