Non Fiksi

Dua Kunci Cinta

IMG_35121568872179

Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata, “Sesuai dengan kadar niat, tekad dan semangat seorang hamba, sekadar itulah Allah akan memberikan taufik dan pertolongan kepadanya. Maka pertolongan Allah akan turun kepada seorang hamba, sesuai dengan kadar tekadnya.” [Al-Fawaid]

Niat yang benar dan tekad yang kuat. Dua buah kunci cinta untuk merengkuh taufik dan pertolongan Allah SWT. Pernah merasa gagal melakukan sesuatu? Pernah merasakan kesulitan yang tak berujung? Cek cek… Barangkali kita belum memegang dua kunci tersebut. Ditambah kunci tambahan yang tak kalah penting, yaitu DOA! Ketiganya tak boleh ketinggalan dalam menjalani keras dan fananya kehidupan.

Yang pertama, tentang niat. Kadar niat yang paling optimal dan benar tentu yang puncaknya adalah hanya Allah semata. Saking pentingnya niat, di Hadits Arba’in letaknya nomor satu! Yap, setiap amalan sesuai dengan niatnya. Setiap perbuatan dinilai berdasarkan niatnya. Jika kita meniatkan melakukan sesuatu hal mengharapkan rahmat-Nya dan Allah menilainya benar, maasyaAllah, surga bisa jadi jaminan tuh. Sayangnya perihal niat inilah yang seringkali terlewatkan, sehingga fokusnya gerak mulu… amalnya tidak tahu dibawa kemana. GPS-nya nggak jelas. Pertolongan Allah jadi terasa jauh… Obsesinya sudah keduniawiaan.

Yang kedua adalah tekad yang kuat. Kalau niat sudah benar tapi kita tidak punya tekad dan semangat yang kuat untuk merealisasikan dan memperjuangkan apa yang hendak kita lakukan ya sama aja bo’ong. Ibarat kita sudah memegang sebuh kunci pintu, kebetulan kita kelaparan dan tidak punya stok makanan, di luar terdengar ada tamu yang membawakan makanan lezat sedang mengetuk pintu, tetapi kitanya malas untuk membuka pintu. Ya nggak jodoh… Pertolongan Allah makin jauh untuk direngkuh.

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya (Ar-Ra’d : 11)”

Nah, niat yang benar dan tekad yang kuat akan sempurna jika untaian doa senantiasa mengiringi perjalanannya. Karena doa adalah senjata terkuat di dunia ini. Menembus langit, mengetuk pintu takdir…

Bukankah tidak ada yang lebih indah dari kehidupan yang selalu ditolong Allah SWT?

 


Referensi:

  • Al-Bugha, M.D., dan M. Mistu. 2014. AL-WAAFI: Syarah Hadits Arbain An-nawawi. Insan Kamil, Solo.
  • Al-Jauziyyah, I.Q. 2015. Fawaidul Fawaid. Pustaka Syafi’i, Jakarta.

 

Yogyakarta, 12 Juli 2017

Pukul 23:46 WIB

Rumah Cahaya Asma Amanina

#30DWCJilid7 #Day7

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s