Non Fiksi

Validasi

images-09Menulis bagiku adalah bagian dalam hidup yang menyenangkan namun juga menantang. Menyenangkan karena dengan menulis, hikmah-hikmah kehidupan dapat ‘terekam’ secara sempurna. Namun, ada tanggung jawab yang besar di balik itu. Bagiku, menulis bukan hanya sekedar mengungkapkan isi hati maupun pikiran. Menulis adalah mengajak orang lain khususnya diri sendiri untuk memahami atau bahkan melakukan prinsip-prinsip kehidupan yang aku sampaikan dalam bentuk paragraf dalam kesehariannya. Meski sebetulnya aku menulis mengenai ajakan utamanya adalah sebagai nasihat/reminder bagi diriku sendiri. Jika orang lain merasa ada manfaatnya, itulah hanya sebuah bonus. Utamanya, menulis untuk mengingatkan diri sendiri supaya tak jauh-jauh dengan Allah melalui berbagai hikmah yang berserakan. 🙂

Menariknya, setiap tulisan akan segera DIVALIDASI oleh Empunya tulisan, Allah SWT. Maksud diivalidasi adalah Allah akan menguji diri kita terhadap apa yang kita tulis. Allah akan memvalidasi sejauh mana kita melakukan apa yang kita katakan. Karena sejatinya, menulis adalah bentuk lain dari berbicara.  Ini terasa sekali bagi kita yang peka. Hehe. Aku sering sekali mengalaminya. Kenapa ini penting banget? Alasannya berikut ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3)

Mengerikan ya. *nangis guling-guling*

Meski begitu, aku semakin ketagihan untuk menulis karena menulis sejauh ini adalah media paling efektif sebagai alarm kalau-kalau diri ini menagih untuk khilaf. Langsung ingat tulisan biasanya. Contohnya, beberapa hari yang lalu aku menulis tentang “Menyesal (?)”Keesokan harinya Allah betul-betul langsung memvalidasi! Aku tergoda untuk mengucapkan “Seandainya…”. Namun, aku ingat kembali tulisan itu. Alhasil, celah syaithan tidak jadi terbuka. Hehe. Alhamdulillah. So, mission success!

Semoga kita bukan termasuk dalam golongan orang yang lihai dalam berkata, namun miskin tindakan nyata. Aamiin.

Keep writing and keep inspiring!

***

Referensi:

  • Al-Qur’anul Karim
  • Pengalaman Pribadi

Yogyakarta, 13 Juli 2017

Pukul 23:54 WIB

Rumah Cahaya Asma Amanina

#30DWCJilid7 #Day8

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s