Non Fiksi

10 Juta untuk Palestina

*INFORMASI & SERUAN*
SPIRIT OF AQSA
Terkait Situasi Terkini Masjidil Aqsa

HARI INI, sebagian besar tanah Palestina telah dikuasai penjajah Zionis Israel. Bahkan di antaranya adalah Al-Quds dimana Masjid Al-Aqsa berada. Walau dalam cengkraman penjajah dan tekanannya agar rakyat Palestina meninggalkan rumah-rumah dan tanah-tanah mereka, tak sedikitpun kaki atau tubuh mereka itu bergeser. Semua tekanan dan diskriminasi itu ditanggung demi menjaga tanah Palestina dan terlebih menjaga Al-Aqsa.

Tak heran bila rakyat Palestina di wilayah-wilayah jajahan Zionis Israel, tak pernah putus asa menjaga Masjid Al-Aqsa dengan sepenuh jiwa dan aliran darah mereka. Meski silih berganti peraturan penjajah mengekang dan mendesak mereka agar tidak datang ke Masjid Al-Aqsa bahkan agar mereka keluar dari kawasan Al-Quds, tapi kening-kening mereka tak pernah surut semangatnya untuk sujud di area Masjid yang dimuliakan ini, kiblat pertama Kaum Muslimin.

Namun sekarang, tepatnya sejak jumat lalu (14/7), tekanan penjajah Zionis mulai memuncak. Shalat Jum’at berikut ibadah-ibadah lainnya yang senantiasa diselenggarakan Kaum Muslimin disana dengan berbagai resiko kekerasan yang mereka hadapai, resmi dilarang oleh pihak zionis. Pelarangan, kemudian penutupan Masjid Al-Aqsa ini adalah kejadian pertama sejak 50 tahun terakhir.

Berbagai kecaman dari banyak pihak mulai muncul. Dari pihak Al-Azhar Asy-Syarif di Mesir, Kuwait, Qatar, Jordania dan lainnya. Walau, respon-respon ini masih sangat tidak seimbang dengan respon yang seharusnya muncul dari pemerintah dan masyarakat arab serta dunia Islam khususnya. Hingga Zionis Israel berjanji membuka kembali Masjid Al-Aqsa, namun pada kenyataannya mereka hanya menambah tindakan-tindakan diskriminatif dan tekanan atas rakyat muslim Palestina untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Dua dari pintu-pintu masuk akses menuju area Masjid Al-Aqsa, saat ini telah dipasangi electric gate, dimana setiap Imam dan seluruh jama’ah yang ingin ibadah di dalamnya diperlakukan layaknya terduga teroris oleh pihak bersenjata penjajah Israel. Padahal kita bersama tahu, merekalah teroris politik & kemanusiaan yang sebenarnya. Perlakuan ini memaksa Kaum Muslimin yang setiap harinya beribadah dan ribath di Masjid Al-Aqsa, sekarang melaksanakan shalat dan aktifitas lainnya di luar pintu, sebagai bentuk protes akan tindakan diskriminatif dan semena-mena penjajah Israel.
Tak menutup kemungkinan, tindakan yang sama akan diberlakukan Israel di setiap Pintu Aqsa bila sekarang tak ada respon penolakan yang berarti.

Sikap Zionis Israel ini sebenarnya adalah sebuah tanda kepanikan, dengan memberikan hukuman kolektif kepada seluruh rakyat jajahan mereka. Pasalnya, beberapa saat sebelum pelaksanaan shalat Jum’at pekan lalu, beberapa pemuda dari kota Umm Al-Fahm, yang berjarak 100 km lebih dari Al-Quds, menyerang pihak keamanan penjajah zionis. Terjadi aksi saling tembak dan menyebabkan tiga pemuda palestina gugur serta menewaskan dua orang polisi Israel.

Tidak mengherankan sebenarnya bila Zionis Israel menerapkan hukuman kolektif kepada rakyat Palestina seperti saat ini bahkan berulang-ulang kali, karena itulah hakekat penjajah. Mereka tidak memperhatikan asas-asas kemanusiaan, merenggut hak hidup dan beribadah orang lain tanpa alasan yang benar. Kejadian ini semakin menunjukkan bahwa Zionis Israel memang tidaklah pantas dan sama sekali tidak punya hak, mengklaim kekuasaan atas tanah-tanah palestina.

Yang mengherankan sebenarnya adalah ada pada sikap kita kaum muslimin dan negara-negara yang katanya menjunjung kemanusiaan dan menentang diskriminasi! Diam tanpa kata atau tindakan, bahkan berita dan keadaan ini mungkin masih tidak disadari oleh sebagian besar kaum Muslimin. Padahal kewajiban ini di depan mata.

Al-Aqsa adalah situs suci umat Islam, kiblat pertama dan Masjid mulia ketiga setelah Haramain. Disana ada pemuda, orang tua dan ibu-ibu dari kaum muslimin yang direnggut kehidupannya hanya karena menjalankan peran menjaga Al-Aqsa dari kebiadaban penjajah Zionis. Disana mereka kehilangan kehormatannya demi menjaga kehormatan Islam. Disana mereka mengalami pelanggaran-pelanggaran kemanusian untuk semua peran itu. Lalu dimana suara dan peran kita?

Kita menyadari ada banyak kewajiban ummat atau individu lainnya di luar sana, tapi mesti ada prioritas dan porsi yang semestinya kita berikan kepada setiap permasalahan ummat dan kemanusiaan, sesuai posisi kita masing-masing.

Menyikapi hal ini, Spirit of Aqsa menyatakan sikap dan seruan kepada berbagai pihak sebagai berikut:

1. Memohon pertolongan Allah swt agar mengokohkan para penolong agama-Nya, dan menggetarkan hati para penjajah dzalim Zionis Israel
2. Mengecam tindakan diskriminatif dan pelanggaran kebebasan beribadah oleh Penjajah Zionis dengan menutup Masjid Al-Aqsa serta berbagai kegiatan Ibadah di dalamnya.
3. Menyerukan persatuan para pemimpin Islam serta utamanya berbagai jama’ah, dai-dai dan organisasi-organisasi pro palestina Ahlussunnah, untuk bersama-sama segera membantu perjuangan pembebasan Masjid Al-Aqsa, baik dengan penyadaran kepedulian ummat maupun aksi-aksi lainnya.
4. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera dan tegas menyuarakan protes pelanggaran kebebasan beribadah oleh Penjajah Israel ini.
5. Mengajak kaum muslimin untuk ambil bagian dalam kewajiban membela Masjid Al-Aqsa dengan usaha yang maksimal dan sesuai keadaan masing-masing, baik dari segi edukasi penyadaran maupun hingga jihad harta.

| Hasbunallah wa ni’mal Wakil | Bir-ruuh, Bid-dam… nafdika yaa Aqsa

UMAR MAKKA, LC, M.Pd.I
Sekjen Spirit of Aqsa

***

index.jpg

Sebuah pesan chat whatsapp di atas yang masuk di layar HP pagi tadi menggetarkan jiwa. Membangunkan kesadaran yang selama ini mungkin mati.

Aku langsung teringat akan sebuah komitmen yang Allah saksikan sendiri di depan puluhan jamaah kajian Training Menghafal Al-Qur’an Ala Anak Palestina (agak lupa judul kajiannya) di Masjid Nurul Ashri Deresan Yogyakarta. Qadarullah alhamdulillah Syaikh yang dari Palestina datang langsung untuk memberikan training padahal sebelumnya di masjid yang lain Beliau diwakilkan.

Satu kalimat yang sangat kuingat di akhir training tersebut.

“Al-qur’an adalah senjata terkuat bagi masyarakat Palestina untuk melawan yang terlaknat Zionis Israel. Jika kita belum mampu menyumbangkan raga kita untuk ikut berjuang bersama mereka untuk mempertahankan Al-Quds Palestina, mari membantu dengan harta untuk mensupport halaqah qur’an mereka di sana. Silahkan maju yang ingin komitmen 10 Juta untuk Palestina.”

Satu per satu jamaah maju ke depan.

Hati ingin sekali itu bergabung ke jamaah komitmen 10 juta, tapi 10 juta far.. Sanggup?

Kaki hendak melangkah maju, mundur lagi, maju, mundur lagi, maju, mundur lagi. Hingga di sebuah titik,

Far, saat ini, ini adalah satu-satunya cara yang nyata untuk membantu mereka. 10 juta? Bismillah dulu, nanti insyaAllah Allah yang mampukan. Untuk bekal di akhirat juga, kan? Mau jawab apa juga kalau Allah mintai pertanggungjawaban?

Bismillah, akhirnya aku pun maju.

10 Juta adalah nominal yang besar bagiku dan mustahil aku dapatkan dalam waktu dekat jika dipikir menggunakan logika. Ah! kuasa Allah kan mematahkan segala logika manusia yang ada. Husnudzon! 🙂

Alhasil, aku memutar otak berulang kali untuk mendapatkan 10 Juta dalam waktu yang tidak terlalu lama. Yap, halaqah qur’an Masyarakat Palestina harus segera disupport. Akhirnya aku menemukan sebuah ide dengan mengajak sahabat-sahabat terdekat yang berkenan untuk membuat tabungan pribadi (bukan buka rekening hehe) 10 Juta untuk Palestina. 10 Juta itu kami bagi dan kami hitung per hari kami harus menabung berapa untuk mencapai 10 Juta dalam waktu yang tidak terlalu lama. Semoga jadi MLM kebaikan pemberat timbangan amal baik di akhirat nanti. Aamiin…

Tidak selama diam itu emas. Aku percaya kita masih memiliki iman, lantas apa yang sudah kita perbuat untuk menjaga negeri yang menjadi kiblat pertama umat muslim? Jika nyawa sudah menjadi jihad warga Palestina, lantas apa yang telah kita perbuat? Biaklah, setidakmampunya kita, doa adalah senjata paling mutakhir bagi umat muslim, yang -terlaknat- Zionis Israel tak memilikinya.

Kamu berminat bergabung 10 Juta untuk Palestina? Silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar.

Aku akan sangat senang, karena 10 Juta akan segera terkumpul dan alhamdulillah kalau bisa lebih. 🙂

Jangan sampai terlena dengan isu nasional, karena Palestina semakin tidak baik-baik saja.

***

Allahumma harriril muslimiina fi Ghazzah
Ya Allah bebaskan kaum Muslimin di Gaza

Ya dzal jalaaali wal Izzah
Wahai pemilik Keagungan dan Kemuliaan

Allahumma Fukka asrohum
Ya Allah lepaskanlah yang tertawan dari mereka

wasyfii mariidhohum, waksyif kurbatahum.
Sembuhkan yang sakit, lenyapkan derita mereka

Allahumma Baddil khowfahum amnaa…
Ya Allah tukarlah rasa takut mereka dengan rasa aman

Ya dzal jalaaali wal Izzah.
Wahai pemilik Keagungan dan Kemuliaan

Allahumma aizzal islaama wal muslimiin
Ya Allah muliakan Islam dan kaum Muslimin

wa adzilla syirka walmusyrikiin
Hinakan syirik dan kaum Musyrikin

wa Dammir a’daaa ddiin
luluh-lantakan musuh-musuh agama ini

wahmi hauzatal islama wajma’ kalimatal muslimiina alal haq. Ya Rabbal Aaalamiin….
Jagalah kedaulatan Islam, satukan kalimat kaum Muslim dalam kebenaran Wahai Tuhan seru sekalian alam


Yogyakarta, 19 Juli 2017

Pukul 23.57 WIB

Rumah Cahaya Asma Amanina

#30DWCJilid7 #Day14

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s