Non Fiksi

Karena Kita Bukan Orang Baik

Pernah merasa begitu bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik? Bukan karena mereka baik. Tapi karena kita tau, kita bukan orang baik.
Mereka tidak pernah menuntut kita jadi baik. Tapi kebaikan yang ada pada diri mereka membuat kita malu sebab kita tau, bahwa kita tidak baik.
Lalu kebaikan itu bertransformasi menjadi energi. Semacam energi yang selalu menggelitik diri untuk tergerak menjadi orang baik, dan berbuat baik.
Menjadi seorang yang lebih baik, menjadi orang yang berusaha penuh memiliki amal baik. Kamu pernah merasakannya?

Orang-orang baik itu perantara kebaikan. Perantara Maha Baik Allah. Orang-orang yang disengajakan hadir dalam hidupmu. Yang mengajak ke dalam lingkaran kebaikan. Lingkaran yang usianya tidak hanya sampai dunia, tapi melampaui hingga surga.
Jagalah orang-orang baik itu. Jangan sia-siakan. Tetaplah membersamai mereka. Doakan mereka. Sebab Allah menitipkan kebaikan dirimu, melalui kehadirannya.

– Andi Alfi Syahrin, Ketua Umum JMMB 1438 H

***

Screenshot_2017-07-20-23-49-41-01

Adalah Jamaah Mahasiswa Muslim Biologi UGM, yang hampir seluruh hidupku di kampus kuhabiskan bersamanya. Diamanahi lagi di lembaga ini membuatku bersyukur, karena ladang pembelajaran semakin banyak lagi. Meski aku juga harus takut jika aku tak dapat menjalankannya dengan baik dan menjadi orang merugi di akhirat nanti jika amanah ini bukan sebagai pemberat amal baik. Naudzubillah min dzalik…

Apa yang ditulis Alfi di atas juga sama persis mereprentasikan gambaran hatiku saat ini. Persis. Persis sekali.

Pernah merasa begitu bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik? Bukan karena mereka baik. Tapi karena kita tau, kita bukan orang baik.
Mereka tidak pernah menuntut kita jadi baik. Tapi kebaikan yang ada pada diri mereka membuat kita malu sebab kita tau, bahwa kita tidak baik.
Lalu kebaikan itu bertransformasi menjadi energi. Semacam energi yang selalu menggelitik diri untuk tergerak menjadi orang baik, dan berbuat baik.

Umar ibn Khaththab pernah berkata bahwa kalau tidak karena 3 alasan, aku tidak betah hidup yaitu:
1. Shalat berjamaah di masjid bersama kaum muslimin
2. Persahabatan karena Allah
3. Shalat tahajjud

Karena kita bukan orang baik, maka tidak ada pilihan untuk tidak bersahabat dengan orang yang sama-sama ingin berjuang menjadi hamba yang shalih dan shalihah. Bukankah agama kita dinilai dari dengan siapa kita berteman? Bukankah jika kita berteman dengan penjual parfum maka kita akan terkena bau harumnya juga? 🙂

Wadah ini berisi berbagai karakter dari A-Z. Semuanya unik dan membuatku belajar lebih baik setiap harinya, insyaAllah.

MasyaAllah, it’s literally 3 years and still counting. It isn’t about age but it’s about how to learn, how to share, and how to understand; cause Allah.

Begitu kita menginginkan syurga kita huni bersama, maka usia yang berbeda pun tak jadi masalah asal kita bisa saling belajar lebih baik dan saling mengajak ke kebaikan.

Bukankah syurga terlalu indah dan terlalu luas untuk dihuni seorang diri?

***

Terima kasih telah dan masih memberi makna terbaik di dalam persinggahanku ke dalam kehidupan kalian. Semoga aku pun bisa memberi makna terbaik di dalam persinggahan kalian ke dalam hidupku. Semoga benar, lingkaran kebaikan ini kan mempertemukan kita kelak di langit syurga-Nya…berbalut rahmat dan kasih sayang-Nya. Semoga Allah ridha…

Maka adakah alasan bagiku untuk meninggalkan “jalan” ini?


Yogyakarta, 20 Juli 2017

Pukul 23.48 WIB

Rumah Cahaya Asma Amanina

#30DWCJilid7 #Day15

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s