Non Fiksi

Komitmen

Single lillah.

Single artinya sendiri. Lillah artinya karena Allah. Memutuskan sendiri karena Allah hingga akad nikah itu tiba. Sebuah komitmen bukan main-main yang tidak banyak orang mau mengambilnya.

Ada yang memutuskan menjadi aktivis single lillah sejak lahir karena lingkungan keluarga dan lingkungan mainnya yang sangat mendukung. Ada pula yang memutuskan menjadi aktivis single lillah setelah mengalami jatuh bangun pacaran berulang kali.

Apapun latar belakangnya, komitmen menjadi aktivis single lillah bukanlah perkara yang mudah. Mau lingkungan agamis sekalipun, kalau dari diri sendiri enggan berusaha mempertahankan diri menjadi baik ya sama saja. Begitu pula sebaliknya, jika lingkungan penuh maksiat namun dalam hati kita memegang teguh komitmen, ya godaan syaitan apalah daya.

Semua keputusan ada pada kita, bukan pada orang lain. Percayalah.

Sekali lagi, komitmen menjadi aktivis single lillah bukanlah perkara yang mudah. Di perjalanan mempertahankannya pasti akan banyak godaan.

“Kok gak punya pacar? Gak laku ya? Haha”

atau

“Idih sok alim ah lu, sok sokan single sampe halal.”

atau

“Cupu ah gak pacaran. Temenmu itu lho pacaran semua. Masa kamu enggak?”

atau perasaan yang hadir dari dalam diri seperti:

“Wah dia cakep juga. Lumayan nih kalau bisa deket…”

dan masih banyak ‘atau’ yang lain.

Syaitan tak mungkin kehabisan akal untuk merobohkan dinding keimanan kita.

Saya bangga dengan siapapun yang dengan berani mengambil komitmen ini. Yang artinya, ia harus bersabar atas perasaan-perasaan cinta sebelum akad nikah telah dilaksanakan. Yang artinya, ia mendedikasikan dirinya untuk tetap terjaga bak mutiara. Yang artinya…ia mengisi hari-harinya dengan mendekatkan diri kepada Rabb-nya.

Saya salut dengan siapapun yang dengan tertatih sedang mencoba mengambil komitmen ini. Meski harus berulang kali meneteskan air mata dan harus bersabar lebih lama untuk dapat meninggalkan mantan kekasihnya sepenuhnya. Tak masalah…asal apa yang kita tuju adalah jelas: keridhaan Allah SWT. Asal apa yang kita tinggalkan adalah jelas: kemaksiatan.

Kita memang harus bersabar…meluaskan hati seluas samudera…untuk berada di jalan yang Allah suka, untuk menjadi hamba yang Allah cinta.

Yang mengambil komitmen ini, bukan berarti mereka yang paling suci. Tapi itulah jalan yang mereka tempuh untuk meraih kecintaan Allah SWT…

Semoga…Allah senantiasa teguhkan pendirian kita dalam kebaikan. Aamiin. 🙂

 

Advertisements

3 thoughts on “Komitmen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s