Non Fiksi

Separuh Agama

Dulu aku begitu mengagungkan ini. Menyempurnakan yang separuh seperti gampangnya. Bermain-main membuat janji ini itu dan merancang ini itu bersama yang tidak jelas kepastiannya. Hingga tiba masanya, Allah bukakan mata dan hati pada sebuah titik kesadaran bahwa menyempurnakan yang separuh itu bukanlah sebuah permainan semata. Melainkan separuh jalan menuju ketaqwaan yang hakiki. Betapa pertanggungjawabannya hingga… Lanjutkan membaca Separuh Agama

Non Fiksi

Menjadi Angin

“Angin itu indah ya.” Ujar Zayna tiba-tiba. “Kenapa, Na? Tiba-tiba ngomong nggak jelas gitu.” Afiqah mengerutkan keningnya heran. Masih dengan pandangan lurus ke depan Zayna melanjutkan perkataannya tadi,”Angin itu tidak kasat mata, tetapi manfaatnya ada dimana-mana.” Kali ini Afiqah diam. “Kita sama sekali tidak bisa melihat angin, tetapi setiap detik kita merasakan kehadirannya. Membantu mengeringkan… Lanjutkan membaca Menjadi Angin