Non Fiksi

Menjadi Angin

tumblr_inline_mkkkdt2ZEn1qz4rgp

“Angin itu indah ya.” Ujar Zayna tiba-tiba.

“Kenapa, Na? Tiba-tiba ngomong nggak jelas gitu.” Afiqah mengerutkan keningnya heran.

Masih dengan pandangan lurus ke depan Zayna melanjutkan perkataannya tadi,”Angin itu tidak kasat mata, tetapi manfaatnya ada dimana-mana.”

Kali ini Afiqah diam.

“Kita sama sekali tidak bisa melihat angin, tetapi setiap detik kita merasakan kehadirannya. Membantu mengeringkan pakaian yang basah dan menyejukkan suasana yang terik.”

Hening.

“Aku ingin seperti itu, Fiq. Orang tidak perlu melihatku sebagai seorang Zayna. Mereka hanya perlu merasakan manfaat yang dapat aku berikan.”

Afiqah paham bahwa selama ini nama Zayna begitu popular di kalangan teman sebayanya.

“Aku ingin ketika aku sudah tak ada lagi di dunia nanti, meski mereka tak bisa lagi melihatku, tetapi mereka masih sangat merasakan jejak kebaikan yang aku tinggalkan.”

Zayna menoleh kepada Afiqah dan menyabitkan bibirnya dalam sekali.

“Zayna, betapa beruntungnya aku memiliki sahabat sepertimu. Bahkan, aku tak pernah berpikir sedikitpun sebelumnya bahwa angin dapat memberi pelajaran berharga bagi kita.”

“Hal tersederhana di dunia dapat memberikan makna terbaik, Fiq. Asal kita benar-benar merendahkan hati untuk belajar darinya.”

Kali ini Afiqah dan Zayna saling menatap dan saling melempar senyum yang indah.

Aku mencintaimu karena Allah, Zayna…

Aku mencintaimu karena Allah, Afiqah…

***

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” [Al-Baqarah :164]

Siapa kira bahwa hal sesederhana angin dapat menunjukkan hikmah luar biasa?

Angin mengajarkan sebuah kelurusan niat, kerendahan hati, dan kontribusi terbaik. Angin mengajarkan bagaimana amal bukanlah tentang nama melainkan tentang keikhlasan. Angin mengajarkan bahwa tidak penting kita terkenal di dunia, namun bagaimana menjadi hamba yang amal-amalnya membuat Allah cinta hingga penduduk langit turut mendoakannya.

Allah…

Lagi-lagi bahwa perihal niat harus selalu diluruskan terus menerus hingga hembusan nafas terakhir. Lagi-lagi harus ditekankan sekali lagi bahwa bukan penilaian manusia yang dikejar di dunia, melainkan kecintaan Allah kepada kita sebagai hamba-Nya.


 

Yogyakarta, 31 Juli 2017

Pukul 23.28

Rumah Cahaya Asma Amanina

#30DWCJilid7 #Day26

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s