Non Fiksi

Menuju Muslih

Orang ‘soleh’ menurut Imam Gazali adalah orang yang baik secara pribadi. Sedangkan oleh ‘muslih’ adalah orang yang baik secara pribadi serta sosial. 

Atau dengan kata yang lain, ‘soleh’ adalah kualitas kebaikannya hanya untuk diri sendiri, sedangkan ‘muslih’ kualitas kebaikannya bisa merambah dan menjadi petunjuk orang lain atau masyarakat luas.

images (1)

Percakapan seseorang membuatku menerbangkan pikiran menuju percakapanku dengan seseorang terkait defini sholih dan muslih. Kala itu, kata muslih adalah kosa kata baru dalam kamus hidupku. Sebelumnya, sama sekali tidak tahu menahu.

Susah ya menjadi orang muslih? Antara iya dan tidak. Semua yang diikhtiarkan dengan niat karena Allah insyaAllah bisa dijabani. Indah memang menjadi orang sholih sekaligus muslih. Internalisasi ilmu yang dalam akan melejitkan keimanan kemudian akan menumbuhkan kebermanfaatan yang tinggi bagi orang lain. Kenapa bisa? Karena syurga terlalu luas untuk dihuni seorang diri, Gais.

Untuk menjadi muslih apakah harus menunggu kesempurnaan ilmu yang melekat dalam diri hingga tiada cacat jua? Jikalau begitu, tidaklah sekarang aku kenakan kerudung ini. Jikalau begitu, tidaklah aku membantu ayahku untuk meringankan tanggungjawab dalam memelihara keluarga dari api neraka. Jikalau begitu, aku takkan mau mengajakmu membaik bersama…

Yang dikatakan islahunnafs atau perbaikan diri, bagiku adalah sebuah proses yang akan berlangsung hingga tiada nafas yang berhembus lagi. Memperbaiki diri tentu selaras dengan menjemput ilmu-ilmu yang bertebaran di muka. Pun begitu, sejatinya setiap manusia adalah pembelajar sejati yang tiada memiliki henti. Oleh karena itu, ini bukan masalah aku tidak sempurna kemudian aku enggan memberi tahumu apa yang aku tahu atau aku enggan mengajakmu membaik bersama. Justru karena ketidaksempurnaanku, aku mengajakmu untuk meniti langkah bersama dalam jalan hijrah yang penuh cinta, dalam jalan dakwah yang penuh perjuangan, hingga Allah turunkan rahmatNya bagi kita. Kita tidak pernah tahu bukan? Melalui episode kehidupan yang mana yang membuat Allah ridha kepada kita.

Islahunnafs dan amar ma’ruf nahi munkar, keduanya berjalan bergandengan tangan, tiada boleh terpisahkan.

Jika menunggu kesempurnaan dalam diri, maka tiada pernah predikat muslih akan melekat dalam diri.

Mari berbenah dan membaik bersama! 🙂

 

Yogyakarta, 15 Desember 2017

Pukul 22:29

Yang (masih) fakir ilmu namun ingin membaik bersamamu,

Farah Nadia Karima.

 

 

Iklan

Satu respons untuk “Menuju Muslih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s