Non Fiksi

Ketakutan

Nyatanya… ketakutan itu hanya milikmu. Allah tak pernah dalam firman-Nya memerintahkan hamba-Nya untuk takut, kecuali takut akan adzab Allah yang sangat pedih. Terlebih, jika yang kau takuti adalah perihal dunia, apalagi manusia. Ah! Pertanyakan saja hatimu jika sudah begitu. Allah sudah hadirkan kalam-Nya sebagai penyejuk hati, sebagai penyembuh gundah gulananya hati, sebagai pelipur lara yang… Continue reading Ketakutan

Non Fiksi

Menuju Muslih

Orang ‘soleh’ menurut Imam Gazali adalah orang yang baik secara pribadi. Sedangkan oleh ‘muslih’ adalah orang yang baik secara pribadi serta sosial.  Atau dengan kata yang lain, ‘soleh’ adalah kualitas kebaikannya hanya untuk diri sendiri, sedangkan ‘muslih’ kualitas kebaikannya bisa merambah dan menjadi petunjuk orang lain atau masyarakat luas. Percakapan seseorang membuatku menerbangkan pikiran menuju… Continue reading Menuju Muslih

Non Fiksi

Muzzammil :6

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (QS. Al-Muzzammil :6)   Menurut Az-zuhaili (2005), naasyi’ah yang dimaksud adalah shalat malam yang dilakukan setelah bangun tidur. Pada waktu ini suasana lebih cocok dan sesuai untuk kekhusyukan, ikhlas, dan… Continue reading Muzzammil :6

Non Fiksi

Meng-angkasa-kan Harap

وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ “dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” Lagi-lagi tentang harap. Aku suka sekali dengan bahasan ini. Tak lain sebagai cambuk dan doa untuk diri sendiri. Karena bahaya…jika harap disandarkan dan diangkasakan bukan lagi pada-Nya. Menghadaplah kepada Allah dan jadikan tujuanmu adalah Allah satu-satunya, serta berdoalah kepada-Nya agar terhindar dari neraka dan mendapatkan surga.… Continue reading Meng-angkasa-kan Harap

Non Fiksi

Melangit Bersama

30 Hari Mencari Cinta-Nya Sebuah program halaqah pikachu yang menjadi cita-cita kami menjelang bulan ramadhan yang lalu. 30 hari (eh tapi realitanya gak genap 30 hari hehe) saling estafet membangunkan shalat malam dari kamar ke kamar; menunggu kawannya sampai benar-benar-benar terjaga hingga mengambil air widhu. Satu per satu menuju kelas asrama hingga dilanjutkan dengan murajaah… Continue reading Melangit Bersama

Non Fiksi

Bagaimana Aku Tidak Cinta?

Bagaimana aku tidak cinta? Jika Allah kerap menangguhkan apa-apa yang menjadi pintaku. Bagaimana aku tidak cinta? Jika Allah kerap mengganti apa-apa yang menjadi citaku, Bagaimana aku tidak cinta? Jika Allah seringkali memintaku meluaskan hati seluas samudera. Bagaimana aku tidak cinta? Jika Allah seringkali memintaku memahami apa-apa yang belum aku pahami. Bagaimana aku tidak semakin cinta?… Continue reading Bagaimana Aku Tidak Cinta?