Non Fiksi

Menjadi Angin

“Angin itu indah ya.” Ujar Zayna tiba-tiba. “Kenapa, Na? Tiba-tiba ngomong nggak jelas gitu.” Afiqah mengerutkan keningnya heran. Masih dengan pandangan lurus ke depan Zayna melanjutkan perkataannya tadi,”Angin itu tidak kasat mata, tetapi manfaatnya ada dimana-mana.” Kali ini Afiqah diam. “Kita sama sekali tidak bisa melihat angin, tetapi setiap detik kita merasakan kehadirannya. Membantu mengeringkan… Continue reading Menjadi Angin

Fiksi

Terima kasih, Afzar.

“Zar… Aku ingin kalau kita nikah nanti foto pre-wedding-nya di sawah. Kita pakai pakaian petani gitu. Pasti lucu.” “Hmm… ibuku nggak setuju kalau aku menikah dengan pacarku. Ayahku juga nggak suka ada foto pre-wedding.” “Lho, kenapa?” “Ya nggak suka.” “Kok gitu sih. Huft.” *** Sebuah obrolan dewasa bagi dua orang bocah seragam putih-biru yang sedang… Continue reading Terima kasih, Afzar.