Fiksi

Sepasang Mata

Rupanya rintikan hujan telah berhenti menari. Irama pengiringnya telah pergi, mungkin. Yang kutahu, satu kesempatan emas telah berlalu, sekedar hanya untuk mendoakanmu. Aku segera bergegas meninggalkan kamar bercorak bunga-bunga merah jambu itu, menuju tempat dimana kemampuan berpianoku diadu. Kerudung soft purple kukenakan hingga menutupi dada dan pundak sangat cocok dengan gaun tertutup yang tidak ketat berwarna ungu… Continue reading Sepasang Mata

Fiksi

Orang lain itu… kamu.

Rintikan hujan menemani langkahku malam ini. Kau tahu? Beberapa tahun yang lalu jejak kakiku berjalan; sendirian. Berteduhkan payung; sendirian. Menapaki jalan yang sama; sendirian. Pun pepohonan masih gagah menyaksikan diri ini melangkahkan kaki; sendirian. Hanya cahaya lampu yang bersedia menemani malamku kala itu yang juga; sendirian. Namun, berbeda untuk malam ini. Ada jejak kaki orang… Continue reading Orang lain itu… kamu.