Fiksi

Sepasang Mata

Rupanya rintikan hujan telah berhenti menari. Irama pengiringnya telah pergi, mungkin. Yang kutahu, satu kesempatan emas telah berlalu, sekedar hanya untuk mendoakanmu. Aku segera bergegas meninggalkan kamar bercorak bunga-bunga merah jambu itu, menuju tempat dimana kemampuan berpianoku diadu. Kerudung┬ásoft purple kukenakan hingga menutupi dada dan pundak┬ásangat cocok dengan gaun tertutup yang tidak ketat berwarna ungu… Lanjutkan membaca Sepasang Mata